Reaksi Tubuh saat Anda Berhenti Konsumsi Gula

Reaksi Tubuh saat Anda Berhenti Konsumsi Gula

PIANOPOKERLOUNGE – Meski tidak sehat untuk tubuh, tapi gula hadir dalam banyak makanan dan minuman. Tidak ada salahnya jika Anda berhenti mengonsumsinya. Namun, seperti apa reaksi tubuh yang terjadi saat Anda berhenti mengonsumsi gula. Agen Poker

Ada banyak alasan mengapa gula sulit ditolak. Selain rasa manisnya yang enak dilidah, gula juga mengaktifkan reseptor opioid pada otak yang akan meningkatkan suasana hati.

Meski dapat meningkatkan suasana hati, namun beberapa efek negatif kelebihan gula juga tidak bisa dikesampingkan. Beberapa diantaranya adalah sakit kepala, kelebihan gula darah, hingga ketidakseimbangan hormon.

Ahli gizi mengatakan, akan ada masa transisi yang sulit pada awalnya saat Anda berhenti mengonsumsi gula.

Berikut reaksi tubuh yang terjadi saat berhenti konsumsi gula:

  • Suasana hati berubah drastis

Gula melepaskan hormon dopamin dan serotonin diotak. Kedua hormon tersebut dikenal sebagai pencipta rasa bahagia. Dengan kata lain, semakin banyak gula yang Anda konsumsi, semakin baik perasaan Anda.

Hal yang berbeda akan terjadi saat Anda berhenti mengonsumsi gula. Tubuh akan mengalami penarikan yang tidak nyaman bagi otak.

Beberapa orang bahkan mengalami kelelahan, sakit kepala, atau perasaan sedih.

reaksi
  • Warna kulit akan semakin jelas

Konsumsi gula yang tinggi pada gilirannya dapat memicu peradangan pada kulit. Akibatnya, elastisitas dan kolagen yang membuat kulit terlihat bercahaya–menjadi rusak dan menimbulkan kerutan.

Dengan mengurangi asupan gula, kulit akan lebih bercahaya. Glatter mengatakan, mengurangi asupan gula dapat membantu memperbaiki kulit dengan memperkuat elastin dan kolagen serta mengurangi tingkat peradangan.

  • Kualitas tidur membaik

Putus hubungan dengan gula pada awalnya akan membuat Anda sulit tidur. Namun, dalam beberapa pekan setelahnya, Anda akan mendapatkan kualitas tidur yang lelap. Agen Terpercaya

Kualitas tidur yang membaik muncul karena gula rafinasi dapat mengurangi tingkat slow wave sleep (SWS), tidur restoratif yang mengonsolidasikan memori dan informasi sepanjang hari, tidur dengan gerakan mata cepat (REM), serta fase mimpi.

Mengurangi asupan gula akan menurunkan intensitas terbangun di malam hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *